bullying dan david beckham

5 Alasan Kenapa Bullying Kini Jadi Urusan David Beckham dan UNICEF

bullying dan david beckham

bullying dan david beckham

Menurut Daftar Sbobet jagat maya Indonesia dihebohkan dengan kehadiran pesepak bola legendaris, David Beckham, di SMPN 17 Semarang, Jawa Tengah. Bukan hanya kedatangannya aja yang buat gempar, namun juga buat sosok Sripun melejit. Siswi ruang belajar 9 ini dibilang paling beruntung karenadapat berfoto, berbincang, hingga bahkan ‘membajak’ Instagram story Beckham selama sejumlah jam. Banyak orang jadi iri sama Sripun ini,khususnya mereka kaum Hawa, yang sibuk jerit-jerit di kolom komentar. Siapa sih Sripun ini? Kenapa pun ya dia dapat terpilih mendampingi David Beckham di Indonesia?

Tentu saja ini bukan sekadar tuah semata. Sripun memang dikenal sebagai agen evolusi yang memerangi bullying atau perundungan di sekolah, sejalan dengan program The 7 Fund yang memang lagi digalakkan Beckham selakuutusan kehormatan UNICEF. Biasanya UNICEF lebih dikenal dengan program-programnya mengentas anak-anak dari gizi buruk atau kemiskinan. Tapisekarang bullying masuk dalam jajaran isu yang jadi perhatian eksklusif mereka. Kira-kira apa alasannya? Kenapa Beckham pun jadi peduli banget sama isu ini?

1. Bullying tidak lagi masalah yang dapat dianggap sebelah mata. Kalau dari data yang pernah dihimpun, seenggaknya 1 dari 3 murid usia 13-15 tahun pernah di-bully!
Sebuah data dari UNICEF mengaku sekitar 1 dari 3 murid usia 13-15 tahun ternyata pernah merasakan bullying. Umumnya anak-anak di usia tersebut masih duduk di bangku SMP dan mereka banyak sekali mengalami perundungan di lingkungan sekolah. Padahal mayoritas waktu mereka sehari-haridikuras di sekolah. Artinya bullying dapat jadi realita yang mestimereka alami masing-masing hari, dari pagi hingga sore. Duh…

2. Di Indonesia sendiri, permasalahan bullying termasuk permasalahan serius dan bahkan tidak sedikit yang gunakan tindak kekerasan. Mirisnya, kadang pelaku nggak sadar bila yang dilaksanakan itu salah!
Data bullying di Indonesia pun nggak kalah mencengangkan. Laporan UNICEF, 1 dari 5 murid di rentang umur yang sama juga diadukan pernah dibully. Sebagai bukti, jajaki deh lihat data aduan dari Kemensos seperti dikutip CNN, terhitung dari mula sampai pertengahan 2017 lalu, terdapat 117 laporan permasalahan bullying.

Kalau anda ingat, pernah terdapat video perundungan yang dilaksanakan pelajar SMPN 273 Jakarta untuk satu orang siswi. Dengan masih mengenakan seragam, mereka membully korban, menjambak, sampai memukulnya. Di akhir video, korban bahkan diajak mencium tangan dan kaki pem-bully. Nggak paham lagi, hanya biar dirasakan lebih hebat, mereka tega melakukantersebut semua. Kok nggak sadar sama akibat ke depannya ya…

3. Jangan anggap remeh, bullying ini bisa dominan ke tidak sedikit hal yang akhirnya dominan ke masa mendatang korban. Rasanya tersebut lho yang nggak akan bisa dilupakan gitu aja
Jangan kira masalah ini dapat dengan gampang dilupakan, sekalipun korban dan pelaku sepakat berdamai. Perasaan yang telah terlanjur terluka akansusah dihapuskan. Pengalaman pahit ini bisa dominan pada kegiatan sehari-hari korban, atau gimana mereka berinteraksi dengan orang lain. Rasa trauma mendalam jelas bukan urusan yang dapat dihapus sehari dua hari. Bahkan nggak jarang masalah ini berujung pada bunuh diri.

4. Banyak pun korban yang memilih diam dan memendam perasaannya. Lebih parahnya, ada pun korban yang kesudahannya ‘balas dendam’ mem-bully orang lain
Saat ditanya Sripun, apakah Beckham pernah dibully, ia pun membalas pernah. Sama laksana Sripun yang pun pernah jadi korban bullying. Beckham kecil dibully karena dirasakan terlalu pendiam. Ia lebih tidak sedikit menghabiskan masa kecilnya untuk konsentrasi berlatih bola, membuatnya dijauhi sebab jarang bergaul dengan teman-temannya. Salah satu yang disesalkan Beckham ketika itu, dia nggak pernah mengadukan apa yang dialaminya untuk ortu atau gurunya. Menurutnya, korban bullying seharusnya nggak perlu fobia buat melapor. Karena melulu dengan teknik itu pelaku bullying dapat dihentikan.

Yang lebih mengerikan, realita bahwa bullying di sekolah-sekolah seolah-olah jadi tradisi yang harus dilestarikan. Bukannya melapor, anak-anak baru yang jadi korban bullying kakak ruang belajar justru tidak sedikit yang kesudahannya melampiaskan amarahnya dan balas dendam ke adik kelasnya nanti. Akibatnya, bullying jadi lingkaran setan yang susah sekali diputus dan dihilangkan dari realita kehidupan sekolah.

5. Kalau lihat dampaknya bikin jangka panjang, bullying ini mestidihentikan kini juga! Biar nggak terdapat lagi korban yang merasakannya
Bullying bisa dominan ke tidak sedikit hal, kalian mesti tahu itu.Untuk pelaku barangkali apa yang mereka lakukan tersebut sah-sah aja, dan ‘cuma’ semata-mata buat korban malu. Tapi dari malu saja, ternyatadapat ngaruh ke kehidupan personal si korbannya. Bahkan pun ke situasi psikologisnya. Stres, depresi, takut, khawatir, membuat tidak sedikit dari korban lebih memilih memblokir diri, nggak inginkan sekolah, bergaul, atau berekspresi. Korban jadi merasa nggak nyaman sedang di lingkungannya, yang seharusnya jadi lokasi positif bikin mereka tumbuh. Jangan kaget bila masa depan mereka dapat hancur cuma sebab pengalaman pahit ini!

6. Pengetahuan soal bullying ini mesti dicerna seluruh lapisan masyarakat. Nggak hanya anak-anak, tapi pun guru dan orang tua, biardapat bareng-bareng mencegah
Sudah saatnya kita seluruh bangkit memerangi permasalahan ini. Para pelaku bullying memang nggak dapat sepenuhnya disalahkan sebab mungkin saja perlakuan mereka itu diprovokasi oleh latar belakang keluarga, atauempiris di masa lampau. Bisa pun karena mereka memang nggak paham betul soal perundungan ini. Karena itulah, udah jadi keharusan kita seluruh sebagai generasi muda guna saling memberi pemahaman, baik untuk anak-anak, maupun guru dan orang tua. Jangan hingga bullying ini memakan korban lagi ke depannya.

Seperti visi The 7 Fund, yang hendak memberantas masalah berhubungan anak-anak, nggak hanya bullying, tapi pun kekerasan, pernikahan dini,sampai pendidikan yang terbatas. Karena untuk mereka, anak-anak di dunia ini punya potensi luar biasa, asalkan sebagai orang tua, pendidik, dan pemerintah, kita dapat mendukung tahapan mereka ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *